| EDI SURYANA,MP |
KARAWANG.Daerah Karawang sudah dikenal luas sebagai daerah pertanian,padi. Bahkan sering pula digelari sebagai "lumbung padi" Jawa Barat. Menurut data, tidak kurang 19 ribu hektar tanah sawah di Kabupaten Karawang menjadi lahan kehidupan masyarakat. Lebih dari 75 persen penduduk Kabupaten Karawang mengandalkan dari bidang pertanian, baik sebagai pemilik lahan, penggarap maupun buruh tani.
Dari fakta tersebut, sangat wajar bila Pemerintah Kabupaten Karawang memiliki "master plan" pembangunan yang berbasis "pembangunan pertanian", yang didukung oleh berbagai kekuatan yang dimiliki. Terlepas dengan maraknya penduduk Kabupaten Karawang yang beralih profesi menjadi "buruh parik", yang juga berdampak pada perubahan pola sikap dan perilaku. Membangun pertanian tetap harus menjadi hal yang pokok. Karena, itu menjadi warisan yang harus terus dikembangkan.
PENDIDIKAN.
Selama ini, di Kabupaten Karawang sudah berdiri sekolah-sekolah yang menyelenggarakan pendidikan umum. Hampir di tiap kecamatan sudah berdiri SMA. Ada pula beberapa sekolah kejuruan, terutama di kota-kota. Sayangnya sekolah-sekolah kejuruan tersebut hanya berorientasi pada keterampilan yang diarahkan menjadi buruh. Bila kondisi seperti ini terus berlanjut, dikhawatirkan satu atau dua generasi mendatang masyarakat kita akan menjadi generasi petani yang tak mengerti pertanian, dan tak bisa bertani. Lalu bagaimana dengan 19 ribu hektar lahan sawah kita ?
SEKOLAH PERTANIAN
Satu-satunya sekolah di Kabupaten Karawang yang bergerak dalam pendidikan pertanian adalah SPMA (Sekolah Pertanian Menengah Atas) yang berlokasi di Rawagabus Johar Karawang. Dan beritanya tentang sekolah tersebut dari tahun ketahun, selalu tak menggembirakan. Dari animo masyarakat, jumlah siswa, pembiayaan sekolah, tenaga pengajar, status sekolah, sampai kepada nasib para lulusannya. Padahal , bila kita melihat keadaan masyarakat Kabupaten Karawang seperti yang digambarkan diatas, maka sangat mungkin sekolah pertanian menjadi sekolah idola yang banyak diburu masyarakat. Tapi mengapa keadannya menjadi terbalik ?.Adakah upaya merubahnya ?
Satu kenyataan bahwa dunia pertanian kita perlu perhatian serius. Coba perhatikan hal-hal sebagai berikut.
1. Dikalanagn petani, saat ini masih banyak yang bertani dengan tata cara yang tak sesuai dengan perkembangan teknologi pertanian, bahkan cederung memakai cara-cara yang bertentangan (contoh; menggunakan oli bekas untuk membasmi hama tikus, membakar jerami di atas lahan sawah).
2. Menggunakan pupuk atau obat-obatan diluar aturan/petunjuk.
3. Pemanfaatan air irigasi yang cenderung berlebihan ketika air banyak, dan berebut ketika air irigasi berkurang.
Itu baru sebagian permasalahan yang selalu dihadapi petani. Belum yang menyangkut upaya peningkatan produksi, pemasaran hasil produksi yang sering didikte oleh para calo dan tengkulak. Ini perlu ilmu, pengetahuan yang banyak agar tingkat kualitas petani dan hasil produksi pertanian meningkat yang pada ujungnya dapat meningkatkan kualitas kesejahteraan rakyat Kabupaten Karawang.
Jadi apa salahnya ketika pembangunan pertanian di Kabupaten Karawang di barengi dengan membangun dunia pendidikan yang relevan, yang memiliki "link and match". Ketimbang tiap tahun dibangun SMA (baca tulisan terdahulu : Jangan Biarkan Pendidikan Memproduksi Pengangguran), lebih baik kita bangun SPMA-SPMA. Bila perlu, tiap kecamatan. Dan ini perlu komitmen dari para pembuat kebijakan. Bukankah kita sudah memiliki dasar hukum yang kuat untuk membangun daerah masing-masing sesuai dengan ciri dan kemampuan yang spesipik. Ciri Karawang adalah "pertanian".
Hal senada juga disampaikan Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Tempuran, Edi Suryana,MP, ketika berbincang dengan penulis di Kantor Redaksi Majalah Pelita Karawang (4/10). Beliau menyatakan dukungan bahwa pembangunan pertanian harus menjadi pokok dan utama. Masyarakat Karawang dan generasi penerusnya harus dibekali ilmu pengetahuan tentang bertani, karena kenyataannya , itulah yang menjadi penopang kehidupannya. Aparatur pertanian harus diperbanyak dan diberi kesejahteraan yang memadai. Di akhir perbincangan, Edi juga mendukung kalau SPMA di up grade dan kalau mungkin SPMA-SPMA dibangun di beberapa tempat,
Ditulis oleh : KS
Posting Komentar