21 Agustus lalu, Rektor UI,Prof. Gumilar R.Somantri mempersembahkan gelar Doctor Honoris Causa kepada Raja Abdullah , Raja Arab Saudi, di Jedah., berkaitan dengan keberhasilan Raja Abdullah dalam berkontribusi dalam mempromosikan pengajaran Islam yang moderat,
mendukung perdamaian Palestina, dan menginisiasi dialog antar agama.. Sontak peristiwa ini menjadi bahan pembicaraan massa, tentu yang pro dan yang kontra.
Sebagai orang kecil, saya tak tertarik dengan berita-berita itu, karena saya menganggap tidak menyangkut persoalan hidup orang kecil, yang selama ini bergelut dengan kemiskinan, pengangguran, harga-harga kebutuhan sehari-hari yang terus naik, perebutan lahan, tawuran, ketidak adilan, korupsi dan banyak lagi.
Tapi, ketika Metro TV mewawancarai Een ,anak sulung RUHYATI , TKW yang tewas dipancung di Arab Saudi, saya menjadi tertarik untuk membuat catatan.
Inilah catatan saya.
1. Ternyata, pemberian gelar itu tidak melibatkan Majlis Wali Amanat (MWA) yang anggotanya ada 15 orang, termasuk di dalamnya Prof Emil Salim, Fauzi Wibowo,Alwi Sihab.Ketika persoalan ini menjadi polemik di masyarakat, kontan saja anggota MWA menjadi terusik.
2. Menurut saya, Metro TV terlalu memblow up wawancaranya dengan anak sulung Ruhyati itu, yang dengan polos dan emosi , mengecam Raja Arab Saudi sekaligus Rektor UI Prof Gumilar.
Sekali lagi, saya tak tertarik apalagi pro atau kontra.....Tak punya urusan.
Yang ingin saya komentari adalah wawancara Metro TV tersebut. Apa tujuannya Metro TV begitu memblow up wawancara itu, padahal isi wawancara itu hanya pelampiasan kemarahan belaka. Menurut saya , ini tidak memberikan pembelajaran yang baik dan cerdas bagi masyarakat banyak. Padahal, sebelumnya juga sudah ada talk show di Metro TV dan TVONE yang membahas persoalan itu. Dan itu lebih bagus, lebih bermanfaat dan lebih rasional.
Kata kuncinya jangan pengaruhi massa dengan perasaan belaka, apalagi dengan emosi. Itu namanya membakar.
Mudah-mudahan Metro TV membaca blog saya ini. Dan saya diundang di talk shownya., untuk memberikan argumentasi saya. Kan ada kesempatan untuk tampil di TV dan........terkenal.
Ooooooh.......mimpiiiiii...kaleeee......

+ komentar + 2 komentar
pemberian gelar DR honoris causa adalah sebuah pemberian penghargaan atas sebuah prestasi dari seorang pejabat tinggi sebuah negara. saya pikir wajar sebuah institusi pendidikan memberikan penghargaan kepada seorang raja Abdulah. Biasa aja kale.
Kecerdasan akan muncul ketika manusia memahami jati dirinya, termasuk bagaimana mengaksentuasi sebuah substansi kehidupan, sehingga prilaku, sikap, dan aktivitas tercermin dalam kehidupan. Prilaku, sikap, dan aktivitas yang bagus berarti menunjukkan kecerdasan yang bagus, dan begitu sebaliknya. Jadi, kecerdasan itu bisa dilihat dari sejauhmana manusia atau bangsa ini mehami dirinya; dari mana ia berasal, kemana dia akan pergi kelak, dan siapa pencipta diri dan seluruh kehidupan ini. Bila ia tahu itu, maka manusia akan memenej kehidupan ini dengan sesuatu yang sangat mendekati kepada keinginan Pencipta kehidupan ini; karena dampaknya akan menjadi positif bagi kehidupan. Bila ia tidak tahu, maka carut marut, gejolak, ketidakpuasan, kebodohan, kemiskinan, dan bencana kehidupan akan terus menyertai dirinya dalam kehidupan yang sangat sebentar ini. Akibatnya dia tidak bisa menikmati kehidupan ini dengan sebaik-baiknya, karena ketidakmampuan memahami dirinya itu, padahal "BARANG SIAPA YANG MENGENAL DIRINYA, MAKA IA AKAN MENGENAL ROBNYA".
Posting Komentar