Sangat cape memperhatikan perkembangan saat ini. Hampir setiap hari yang disuguhkan di televisi adalah kekisruhan, baik kekisruhan politik, kekisruhan penegakkan hukum, kekisruhan ekonomi,kekisruhan sosial,.dan itu terjadi disemua level, baik di daerah maupun pusat. Lalu, mau bagaimana bangsa ini ?
Menjelang kenaikan harga BBM yang katanya akan diberlakukan 1 April mendatang, muncul gerakan-gerakan penolakkan. Dimana-mana demo, baik mahasiswa, buruh bahkan masyarakat yang keberatan atas kenaikan tersebut. Disisi lain kelompok tertentu sibuk "memborong" premium di SPBU-SPBU dengan cara mengelabui petugas(atau memang bersekongkol), untuk ditimbun dengan tujuan mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.
Peristiwa tawuran antar warga, tawuran pelajar bahkan mahasiswa, sering terjadi .
Yang menjadikan bulu kuduk meriding, saat ini yang namanya "membunuh, melukai, memperkosa" itu dengan mudah dilakukan orang. Terkadang hanya disebabkan persoalan spele.
Pemakaian narkoba, merajalela dimana-mana. Ternyata bukan hanya kalangan anak dan remaja, bapak-bapak polisipun banyak yang terlibat. Padahal upaya pemberantasan sudah banyak dilakukan.
Satu hal yang saya tidak habis pikir, katanya kita sedang mematangkan kehidupan berdemokrasi. Artinya, dalam kehidupan ini kita harus menghormati pendapat orang lain, orang bebas berbicara, orang bebas berserikat.Tetapi apakah kebebasan itu tanpa batas, sehingga menabrak hak-hak orang. Banyak contoh yang terjadi, dan patut dijadikan contoh (walaupun bukan untuk ditiru). Kelompok mahasiswa adalah kelompok intelektual yang diharapkan menjadi pilar bangsa dimasa mendatang,dengan kemampuan integritas keilmuan, moral dan semangat. Tapi, kenapa hanya persoalan pemilihan rektor yang bebeda, bisa terjadi anarkis ? Contoh lain : Pilkada. Sering terjadi bagi mereka yang kalah, terus melakukan protes dengan mengerahkan massa sebanyak-banyaknya, sehingga terkesan bahwa dengan demikian bisa mengubah putusan. Aneh sekali.
![]() |
| Anarkis di DPRD Sumut |
Terlalu banyak bila diungkap semua. Yang jelas terasa saat ini, ada "ketidak sesuaian" antara cita-cita kemerdekaan dengan apa yang terjadi saat ini. Bangsa ini berjuang mendapatkan kemerdekaannya dari asing, untuk mendapatkan hak-hak hidup yang bermartabat berdasarkan keyakinan bangsa yaitu Pancasila.Dengan tujuan Indonesia yang berdaulat, maju, subur, adil dan makmur. Sehingga masuk akal,bila ada yang bertanya, "apakah saat ini Pancasila masih menjadi dasar bernegara kita ?"
Banyak pula orang bertanya, apakah benar bahwa kehidupan bernegara kita saat ini terbebas dari kekuasaan dan kepentingan asing"?.Wallahu a'lam.


Posting Komentar